Cara Kerja Mesin X-Ray Penerbangan dalam Mendeteksi Objek Tersembunyi
Dalam dunia penerbangan modern, keamanan menjadi prioritas utama yang tidak dapat diabaikan. Setiap hari, jutaan penumpang dan bagasi melewati bandara di seluruh dunia. Untuk memastikan tidak ada barang berbahaya yang lolos, mesin X-Ray digunakan sebagai sistem deteksi utama. Alat ini mampu “melihat” isi tas, koper, dan barang bawaan tanpa harus membukanya secara fisik. Namun, bagaimana sebenarnya cara kerja mesin X-Ray penerbangan dalam mendeteksi objek tersembunyi? Mari kita bahas secara detail.
1. Prinsip Dasar Kerja Mesin X-Ray
Mesin X-Ray beroperasi dengan memancarkan sinar-X berenergi tinggi dari tabung khusus ke arah objek (seperti koper atau tas). Sinar-X merupakan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang sangat pendek, sehingga mampu menembus berbagai jenis bahan seperti kain, plastik, dan bahkan logam tipis.
Ketika sinar-X melewati suatu benda, sebagian energinya diserap oleh material di dalamnya. Tingkat penyerapan ini berbeda-beda tergantung pada kepadatan dan komposisi bahan. Sensor di sisi lain alat akan menangkap sinar-X yang keluar setelah menembus objek, kemudian mengubahnya menjadi gambar digital di layar monitor. Dari gambar inilah operator keamanan menganalisis isi bagasi penumpang.
2. Warna dan Identifikasi Material
Mesin X-Ray bandara modern menggunakan teknologi dual-energy X-ray, yaitu dua tingkat energi sinar yang berbeda untuk membedakan jenis bahan. Sistem ini memetakan hasil deteksi ke dalam warna-warna tertentu:
- Oranye: menunjukkan bahan organik, seperti makanan, kertas, kayu, atau bahan peledak berbasis karbon.
- Biru: menandakan bahan anorganik padat, seperti logam, besi, atau senjata.
- Hijau: menunjukkan bahan campuran atau komposit, misalnya perangkat elektronik, kabel, atau plastik tebal.
Dengan kombinasi warna tersebut, operator dapat dengan cepat mengenali pola dan bentuk mencurigakan, misalnya benda logam yang disembunyikan di balik pakaian atau bahan organik padat yang bisa berupa narkotika atau bahan peledak.
3. Sistem Pemrosesan dan Analisis Gambar
Setelah gambar terbentuk, komputer di dalam mesin X-Ray melakukan pemrosesan digital lanjutan. Fitur seperti image enhancement, zoom, inverse color, dan pseudo color membantu operator melihat detail lebih jelas.
Beberapa model canggih bahkan dilengkapi AI-assisted detection, yang secara otomatis menandai area mencurigakan dalam gambar. Teknologi ini membantu mengurangi kesalahan manusia (human error) dan mempercepat waktu pemeriksaan, terutama pada bandara dengan volume penumpang tinggi.
4. Mendeteksi Objek Tersembunyi
Mesin X-Ray mampu mendeteksi objek tersembunyi berdasarkan perbedaan densitas dan bentuk. Misalnya, senjata api yang dibungkus pakaian tetap dapat teridentifikasi karena perbedaan tingkat penyerapan sinar-X antara logam dan kain.
Selain itu, operator juga dilatih untuk mengenali bentuk khas benda tertentu — seperti kontur pisau, peluru, detonator, atau bahkan kabel detonasi kecil. Dalam situasi tertentu, jika citra tampak mencurigakan, bagasi akan dialihkan untuk pemeriksaan manual atau di-scan ulang dengan sudut pandang berbeda (dual-view).
5. Keamanan dan Perlindungan
Mesin X-Ray penerbangan dirancang agar aman bagi manusia. Radiasi yang digunakan sangat rendah dan tidak keluar dari ruang tertutup mesin. Selain itu, perangkat dilengkapi dengan pelindung timbal (lead shielding) dan interlock system, yang memastikan sinar-X hanya aktif saat pemeriksaan berlangsung.
Mesin X-Ray di bandara bukan hanya alat biasa, melainkan bagian penting dari sistem keamanan penerbangan modern. Dengan memanfaatkan teknologi sinar-X dual energy, pemrosesan digital, dan deteksi otomatis, alat ini mampu melihat isi bagasi dengan sangat detail tanpa merusak isinya. Melalui kombinasi analisis operator dan kecerdasan buatan, mesin X-Ray menjadi garda terdepan dalam mencegah masuknya senjata, bahan peledak, maupun barang terlarang ke dalam pesawat. Dengan demikian, keberadaan mesin X-Ray adalah jaminan keamanan bagi penumpang dan seluruh aktivitas penerbangan di era modern ini.
50/F, Menara BCA Grand Indonesia
JL. M.H. Thamrin No.1,
Jakarta Pusat 10310
Phone : 021 - 5011 2227
Email : dee@indotara.id
Maggiore Business Loft No. 01-02
Gading Serpong,
Tangerang - Banten 15332
Phone : 021 - 5011 2227
Email : dee@indotara.id
Millenium Industrial Estate
JL. Millenium 22 Blok R3 No. 1,
Cikupa, Tangerang - Banten 15720
Phone : 021 - 5011 2227
Email : dee@indotara.id
Wisma HSBC Lt. 6 Suite B
Jalan Asia Afrika No.116,
Kota Bandung, Jawa Barat 40112
Phone : 021 - 5011 2227
Email : bdg.dee@indotara.id
Japfa Indoland Center, Tower I Lt. 10/1008
JL. Jendral Basuki Rahmat 129-137
Surabaya 60271
Phone : 031 - 3360 1490
Email : sby.dee@indotara.id
Wisma HSBC Lt. 6 suite 609
JL. Gajah Mada No.135,
Semarang, Jawa Tengah - 50134
Phone : 024 - 40 300 892
Email : smg.dee@indotara.id
Sutomo Tower Lantai 5H
JL. Sutomo Ujung No.28,
Kota Medan, Sumatera Utara 20235
Phone : 061 - 50 300 594
Email : mdn.dee@indotara.id
Benoa Square Lt. 2
JL. Bypass Ngurah Rai No. 21 A Kedonganan,
Kuta Badung - Bali Indonesia 80361
Phone : 021 - 5011 2227
Email : bali.dee@indotara.id
Fajar Graha Pena Lt. 5
JL. Urip Sumoharjo No. 20,
Makassar - Sulawesi Selatan 90234
Phone : 021 - 5011 2227
Email : mks.dee@indotara.id
Panin Tower Lt. 8 Grand Sudirman
JL. Jendral Sudirman No.7 Klandasan Ilir,
Balikpapan Kota - Kalimantan Timur 76114
Phone : 021 - 5011 2227
Email : bpp.dee@indotara.id
Hartono Mall Yogyakarta Lt. 3
Kaliwaru, Condongcatur,
Sleman, Yogyakarta 55281
Phone : 021 - 5011 2227
Email : yog.dee@indotara.id
Marina Bay Financial Centre Tower 3
17F, 12 Marina Boulevard
Singapore - 018982
Phone : 021 - 5011 2227
Email : sing.dee@indotara.id
Customer Feedback
Kritik dan saran dari Anda sangat berharga bagi kami. Silakan kirimkan kritik, saran, atau keluhan Anda melalui email ini. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik.