Contact Us | Sitemap | Language : English | Bahasa
Indotara

Jangan Salah Pilih! Berikut Panduan Lengkap Memilih Motor Elektrik Sesuai Kebutuhan

Editor: Farhan

Jangan Salah Pilih! Berikut Panduan Lengkap Memilih Motor Elektrik Sesuai Kebutuhan

Jangan Sampai Salah Beli “Jantung” Mesin Anda

Motor elektrik (dinamo) adalah jantung dari hampir semua mesin di industri, bengkel, dan bahkan rumah tangga. Mulai dari pompa air, kompresor, conveyor, hingga mesin produksi, semuanya bergantung pada motor penggerak yang andal.
Namun, membeli motor elektrik tidak sesederhana "yang penting menyala". Memilih motor yang salah entah itu kurang tenaga, salah putaran, atau kualitasnya rendah, bisa berakibat fatal :

- Mesin tidak bekerja optimal
- Tagihan listrik membengkak
- Motor cepat panas dan gampang terbakar
- Produksi berhenti (downtime) yang menyebabkan kerugian

Agar tidak salah kaprah, berikut adalah panduan lengkap untuk memilih elektrik motor yang tepat sesuai kebutuhan.


Langkah 1 : Pahami Sumber Listrik (1 Phase atau 3 Phase)
Ini adalah langkah paling awal dan paling krusial.

a. Motor 1 Phase (1 Fasa), tegangan : 220 Volt (listrik PLN rumahan atau workshop kecil) dengan ciri - ciri menggunakan 2 kabel utama (Fasa dan Netral), biasa digunakan skala kecil hingga menengah, seperti pompa air rumahan, kompresor bengkel kecil, mesin cuci dan kipas angin. Catatan : Elektrik Motor 1 Phase biasanya membutuhkan kapasitor untuk starting awal
b. Motor 3 Phase (3 Fasa), tegangan : 380 Volt (listrik industri, pabrik atau gedung besar) dengan ciri - ciri menggunakan 3 atau 4 kabel utama (R, S, T dan kadang netral), biasa digunakan skala menengah hingga besar. Mesin industri, pompa submersible besar lift, eskalator, conveyor pabrik dan kompresor screw. Motor 3 Phase memiliki torsi yang lebih stabil dan efisien.

Kesalahan umum yang sering terjadi yaitu :
pembelian elektrik motor 3 phase tetapi listrik di lokasi atau workshop hanya 1 phase (dan terkadang sebaliknya). Pastikan cek terlebih dahulu sumber listrik di kokasi atau workshop pemasangan.


Langkah 2 : Tentukan tenaga (HP/kW) dan Kecepatan (RPM)
Setelah diketahui jenis listriknya, sekarang tentukan spesifikasi tenaga dan kecepatan elektrik motornya.

a. Tenaga (Power) : Dinyatakan dalam HP (Horse Power/Tenaga Kuda) atau kW (kilowatt). 1 HP = 0,75 kW. Perlu diingat : Tenaga (power) harus disesuaikan dengan beban mesin yang akan digerakkan. Jangan membeli elektrik motor dengan power yang terlalu “pas-pasan” dengan beban, tetapi juga jangan terlalu besar. Terlalu besar akan boros energi, terlalu kecil akan overload atau terbakar. Cara paling aman yaitu ikuti rekomendasi dari pembuat mesin yang anda gunakan.

b. Kecepatan (speed) : Dinyatakan dalam RPM (Rotations per Minute / Putaran per Menit). Perlu diingat, kecepatan motor ditentukan oleh jumlah pole (Kutub). Semakin banyak pole, maka semakin lambat putarannya akan tetapi makin besar torsinya. Macam – macam pole elektrik motor : 2 Pole (2 Kutub) : Putaran cepat, sekitar 2.800 - 3.000 RPM. Cocok untuk: Kipas (blower), pompa sentrifugal atau mesin serut kayu, 4 Pole (4 Kutub): Paling umum, putaran sedang, sekitar 1.400 - 1.500 RPM. Cocok untuk: kompresor piston, conveyor, pompa air, hampir semua mesin umum, 6 Pole (6 Kutub): Putaran lambat, sekitar 900 - 1.000 RPM. Cocok untuk: Mesin pengaduk (agitator), hoist/crane, mesin yang butuh torsi besar tapi pelan.


Langkah 3 : Analisis beban kerja (Wajib Tahu!)
Apakah elektrik motor akan menyala terus menerus atau hanya sesekali? Saat menganalisis beban kerja, penting untuk melihat Duty Rating motor. Menurut standar IEC 60034-1, terdapat beberapa jenis Duty Rating elektrik motor yang beredar di pasaran :

a. Duty S1 (Continuous Duty), rating ini menjamin motor dirancang untuk beroperasi 24 jam non-stop pada beban penuh tanpa resiko overheat. Continuous Duty merupakan standar elektrik motor heavy duty berkualitas tinggi. Pengaplikasian elektrik motor dengan rating S1 ini biasanya untuk pompa irigasi, blower pabrik, conveyor produksi atau mesin apapun yang menyala berjam- jam tanpa henti. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa semua rentang produk elektrik Motor Fujita dirancang dengan standar Duty S1.

b. Duty S2/S3 (Intermittent/Periodic Duty), sebaliknya, motor dengan rating S2 atau S3 adalah tipe elektrik motor intermittent (kerja sesekali). Jika motor tipe ini dipaksa menyala terus-menerus, gulungan dinamonya pasti akan cepat panas dan akhirnya terbakar.
Point pentingnya, selalu cari elektrik motor dengan rating S1. Ini merupakan jaminan bahwa elektrik motor tersebut adalah tipe heavy duty yang handal untuk segala aplikasi.


Langkah 4 : Bedah kualitas atau jenis material (Ini Pembeda Harga)
Dua motor bisa punya spek HP dan RPM yang sama, tapi harganya beda jauh. Mengapa? Jawabannya ada di material internalnya.

a. Gulungan (winding) : Tembaga vs Alumunium, elektrik motor murah biasanya menggunakan gulungan aluminium atau tembaga campuran. Aluminium lebih cepat panas, tidak efisien (boros listrik), dan sangat rentan terbakar saat beban berat. Motor Berkualitas (Heavy Duty): Wajib 100% Gulungan Tembaga Murni. Tembaga adalah konduktor terbaik, jauh lebih tahan panas, lebih efisien, dan memiliki umur pakai bertahun-tahun lebih lamaContoh merk elektrik motor seperti Fujita menjamin penggunaan gulungan 100% tembaga murni untuk efisiensi (standar EFF2) dan ketahanan panas maksimal.

b. Bearing (laher) : Nyawa dari putaran motor, elektrik motor murah menggunakan bearing standar yang akan cepat berisik, goyang, dan akhirnya "kena" atau macet. Motor berkualitas menggunakan bearing presisi dari merek ternama.Elektrik motor Fujita secara khusus sudah menggunakan bearing (laher) merk NSK asli Jepang, yang menjamin putaran sangat halus, minim getaran dan awet untuk penggunaan jangka panjang.


Langkah 5 : Cek tipe pemasangan (mounting) dan lingkungan peletakkan elektrik motor
Terakhir, pastikan motor bisa terpasang dengan benar.

a. Tipe Mounting :

- Foot Mounted (B3): Paling umum. Motor duduk di atas "kaki" dan dibaut ke rangka mesin.
- Flange Mounted (B5/B14): Motor tidak punya kaki, tapi memiliki "kuping" (flensa) di bagian depan untuk langsung dibaut menempel ke bodi mesin (misalnya ke gearbox). Fujita menyediakan kedua tipe mounting ini untuk fleksibilitas pemasangan di mesin apapun.

b. Lingkungan (IP Rating) : Lihat kode IP Rating (contoh: IP55). Ini menunjukkan seberapa tahan motor terhadap debu dan air.
Semua motor Fujita sudah memiliki standar IP55 yang artinya motor sudah tahan debu (dust protected) dan tahan semprotan air dari segala arah. Aman untuk area pabrik yang berdebu atau area outdoor yang lembap.

Kesimpulannya, Elektrik Motor murah justru bikin boros.
Memilih motor elektrik hanya berdasarkan harga murah adalah kesalahan fatal yang akan memakan biaya jauh lebih besar di kemudian hari—biaya listrik, biaya servis, dan biaya downtime produksi. Investasikan pada motor berkualitas yang menjamin material terbaik. Elektrik Motor Fujita adalah jawaban atas semua kebutuhan ini, dengan jaminan :

1. Rating S1 (Continuous Duty) untuk kerja 24/7 non-stop
2. 100% gulungan tembaga murni untuk efisiensi dan tahan terhadap panas
3. Bearing (laher) presisi NSK asli Jepang untuk putaran halus dan durabilitas tinggi
4. Standar proteksi IP55 yang tahan terhadap debu dan semprotan air.

Butuh elektrik motor heavy duty yang andal untuk jangka panjang? Hubungi kami untuk konsultasi gratis dan dapatkan tipe Motor Fujita yang paling sesuai untuk bisnis Anda!