Contact Us | Sitemap | Language : English | Bahasa
Indotara

Cara Menyimpan Red Wine dan White Wine

Editor: Ipin

Cara Menyimpan Red Wine dan White Wine di Wine Chiller dengan Benar

Menyimpan wine dengan cara yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas dan rasa dari setiap botol. Wine chiller atau kulkas khusus wine adalah alat yang dirancang untuk menjaga suhu ideal penyimpanan wine. Namun, red wine (anggur merah) dan white wine (anggur putih) memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan penanganan dan pengaturan suhu yang berbeda pula.

1. Kenali Suhu Ideal Penyimpanan

Red Wine:

Red wine sebaiknya disimpan pada suhu antara 12°C – 18°C tergantung jenisnya.

  • Red wine ringan seperti Pinot Noir: sekitar 12°C – 14°C
  • Red wine medium hingga full body seperti Merlot, Cabernet Sauvignon: 15°C – 18°C

White Wine:

White wine umumnya disimpan pada suhu yang lebih rendah, yaitu antara 8°C – 12°C.

  • White wine ringan seperti Sauvignon Blanc, Pinot Grigio: 8°C – 10°C
  • White wine full body seperti Chardonnay: 10°C – 12°C

2. Gunakan Dual Zone Wine Chiller

Jika Anda menyimpan red dan white wine sekaligus, sangat disarankan menggunakan wine chiller dengan dual zone. Wine chiller jenis ini memiliki dua kompartemen yang bisa diatur dengan suhu berbeda:

  • Atas untuk white wine (lebih dingin)
  • Bawah untuk red wine (lebih hangat)

Dengan ini, Anda tidak perlu mengorbankan kualitas salah satu jenis wine hanya karena keterbatasan suhu.

3. Posisi Botol yang Benar

Simpan botol wine dalam posisi horizontal. Hal ini bertujuan untuk:

  • Menjaga kondisi cork (sumbat kayu) tetap lembap, mencegah udara masuk ke dalam botol.
  • Menghemat ruang dalam wine chiller.

Untuk botol dengan tutup ulir (screw cap), posisi tidak terlalu mempengaruhi, namun tetap disarankan horizontal demi konsistensi penyimpanan.

4. Hindari Getaran dan Cahaya

Wine sangat sensitif terhadap cahaya dan getaran. Untungnya, wine chiller umumnya dirancang minim getaran dan memiliki kaca gelap atau UV-protective. Namun tetap:

  • Jangan membuka pintu terlalu sering
  • Letakkan wine chiller di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung

5. Hindari Bau Menyengat di Sekitar Wine Chiller

Wine dapat menyerap bau dari lingkungan sekitar. Pastikan wine chiller bersih, dan jangan menyimpan bahan makanan berbau tajam seperti bawang atau durian di dalam chiller yang sama.

6. Jangan Simpan Wine Terlalu Lama dalam Chiller

Wine chiller hanya untuk penyimpanan jangka pendek sampai menengah. Jika ingin menyimpan wine selama bertahun-tahun (aging), sebaiknya gunakan wine cellar dengan kondisi kontrol kelembaban, suhu, dan pencahayaan yang lebih stabil.

Kesimpulan

Penyimpanan red wine dan white wine di wine chiller harus memperhatikan suhu, posisi botol, dan kebersihan lingkungan. Menggunakan dual zone wine chiller adalah pilihan terbaik jika Anda menyimpan kedua jenis wine secara bersamaan. Dengan penyimpanan yang tepat, Anda bisa menikmati wine dengan kualitas terbaik sesuai karakter aslinya. dengan melihat beberapa cara penyinpanan wine yang baik, anda tidak usah bingung memilih tempat penyimpanan yang cocok seperti apa, saat ini ada Wine Cooler dnegan Merk Tomori yang sedang naik daun di kelas nya, Wine Cooler Tomori ini memiliki spesifikasi yang sangat mempuni untuk tetap menjaga kualitas dari Wine anda, salah satunya Wine cooler type WX-80 DT dengan double temperatur yag bisa kita sesuaikan suhu nya. anda bisa mendapatkan mesin ini dengan mengunjungi Showroom nya langsung di cikupa tangerang atau bisa via website https://indotara.co.id/search/wine/horeca-equipments/7. dapatkan harga terbaik dan layanan aftersales yang memuaskan.