Contact Us | Sitemap | Language : English | Bahasa
Indotara

ATS : Fungsi, Jenis, dan Cara Kerja

Editor: Farhan

Dalam jaringan listrik modern, khususnya di lokasi yang membutuhkan penyediaan listrik tanpa henti seperti rumah sakit, pabrik, kantor, dan pusat data, kehandalan pasokan listrik menjadi sangat penting. Salah satu elemen utama yang berfungsi untuk menjaga kesinambungan listrik adalah ATS (Automatic Transfer Switch) yang terhubung dengan genset.

ATS (Automatic Transfer Switch) merupakan perangkat otomatis yang memiliki tugas untuk mengalihkan sumber listrik dari PLN ke genset atau sebaliknya tanpa memerlukan bantuan manusia. ATS akan mengidentifikasi keadaan pasokan listrik utama (PLN) dan secara otomatis beralih ke genset ketika terdapat gangguan atau pemadaman. Dengan hadirnya ATS, sistem genset dapat beroperasi secara mandiri, cepat, dan aman, sehingga pasokan energi untuk beban listrik tetap terjaga.

Fungsi Penggunaan ATS pada Genset

1. Menjaga Kontinuitas Listrik
ATS menjamin bahwa pasokan listrik tetap ada bahkan saat listrik dari PLN terputus, sehingga aktivitas dan peralatan penting tidak terhambat.

2. Transfer Sumber Listrik Otomatis
Tanpa adanya ATS, perpindahan dari PLN ke genset harus dilakukan secara manual. ATS memungkinkan proses tersebut berlangsung secara otomatis dan dalam waktu cepat.

3. Meningkatkan Keamanan Sistem
ATS mencegah terjadinya backfeed (arus balik dari genset ke jaringan PLN) yang bisa berpotensi merusak peralatan dan membahayakan teknisi.

4. Mengurangi Ketergantungan Operator
Karena beroperasi secara otomatis, ATS mengurangi kemungkinan kesalahan manusia dan kebutuhan operator untuk selalu berjaga.

5. Melindungi Peralatan Listrik
Perpindahan sumber listrik yang terencana membantu menghindari lonjakan tegangan (voltage spike) yang dapat merusak perangkat.


Jenis-Jenis ATS

1. ATS Berbasis Contactor
Dirancang untuk kapasitas kecil sampai menengah.

2. ATS Berbasis MCCB / ACB
Digunakan untuk daya yang lebih besar dan dalam konteks industri.

3. ATS Manual–Auto (AMF + ATS)
Mengintegrasikan fungsi ATS dan AMF (Automatic Main Failure).


Bagaimana Cara Kerja ATS pada Genset?

Proses kerja ATS dapat dijelaskan dalam beberapa langkah berikut:

1. Kondisi Normal (PLN Aktif)
- ATS memonitor tegangan dan frekuensi dari PLN.
- Beban listrik sepenuhnya disuplai oleh PLN.
- Genset berada dalam kondisi siap siaga.

2. PLN Padam / Tidak Stabil
- ATS mendeteksi hilangnya tegangan PLN atau kondisi yang tidak stabil.
- Setelah jeda singkat (biasanya 0-3 detik), ATS mengeluarkan sinyal untuk menyalakan genset.

3. Genset Menyala
- Genset mulai menjalani proses pengaktifan.
- Setelah tegangan dan frekuensi genset normal, ATS mengalihkan beban dari PLN ke genset.
- Sekarang beban sepenuhnya disuplai oleh genset.

4. PLN Kembali Normal
- ATS mengidentifikasi bahwa tegangan PLN telah stabil kembali.
- Setelah periode penundaan (cool down delay), ATS mengalihkan beban kembali ke PLN.
- Genset tetap beroperasi sebentar untuk pendinginan, kemudian mati secara otomatis.

5. Sistem Kembali Standby
- Genset mati dan siap untuk kembali aktif jika PLN mengalami pemadaman lagi.
- ATS terus memantau keadaan sumber listrik.


Aplikasi Penggunaan ATS

- ATS banyak digunakan di berbagai tempat seperti:
- Rumah sakit
- Pabrik dan industri
- Gedung perkantoran
- Hotel dan apartemen
- Pusat data
- Bandara dan fasilitas umum

Keuntungan Menggunakan ATS

- Respon cepat saat listrik terputus
- Operasional genset menjadi lebih efektif
- Sistem kelistrikan jadi lebih aman
- Mengurangi waktu henti produksi
- Meningkatkan keandalan operasional