Contact Us | Sitemap | Language : English | Bahasa
Indotara

Sudah Saatnya Ganti Baterai UPS? Kenali Ciri-Cirinya!

Editor: Rosyid

Buat banyak orang, UPS itu seperti “penjaga diam-diam” yang baru diingat ketika listrik padam. Padahal, salah satu komponen paling penting di dalam UPS—yaitu baterai—punya umur pakai terbatas.
Kalau baterainya mulai lemah atau rusak, fungsi UPS jadi berkurang drastis. Bahkan, UPS bisa terlihat normal dari luar, tapi diam-diam sudah nggak mampu backup lagi.
Supaya kamu nggak kecolongan, yuk kenali tanda-tanda kapan baterai UPS harus diganti sebelum bikin perangkat kamu kena dampaknya.

1. Backup Time Mulai Turun Drastis
Ini tanda paling jelas dan paling gampang terasa.
UPS yang biasanya bisa backup 5–15 menit tiba-tiba cuma tahan beberapa detik atau bahkan langsung mati begitu listrik PLN padam.
Penyebab utamanya:
• Kapasitas baterai sudah menurun (soak)
• Sulfation pada baterai karena jarang discharge
• Umur pakai sudah lama
Kalau gejala ini muncul, 90% besar kemungkinan baterainya memang sudah minta diganti.

2. UPS Menunjukkan Bunyi Alarm / Warning Indicator
Sebagian besar UPS modern punya indikator khusus ketika baterai bermasalah.
Bisa berupa:
• Bunyi beep terus menerus
• Lampu indikator battery fault
• Notifikasi di software monitoring (kalau UPS yang support USB/serial)
Tanda ini biasanya mengarah ke:
• Tegangan baterai terlalu rendah
• Salah satu sel baterai rusak
• Internal resistance meningkat
Kalau warning muncul terus meski sudah di-charge lama, itu sinyal kuat baterai sudah melemah.

3. Baterai Menggelembung atau Terlihat Fisiknya Tidak Normal
Untuk UPS yang baterainya bisa dilepas (seperti model-model kecil di rumah/kantor), cek fisiknya sesekali.
Ciri fisik baterai rusak:
• Menggelembung
• Bau seperti hangus
• Terlihat bocor
• Terminal berkarat atau meleleh
Kalau sudah begini, jangan dipakai lagi karena bisa berbahaya, bahkan berpotensi menyebabkan korsleting.

4. UPS Nggak Mau Charge Baterai
Terkadang masalahnya bukan baterai soak, tapi sudah benar-benar tidak bisa menerima charge.
Biasanya terjadi karena:
• Umur baterai sudah melewati batas (lebih dari 3 tahun)
• Sel internal short
• Piringan baterai rusak
Situasi ini biasanya langsung terdeteksi UPS dan muncul indikator battery fail.

5. Umur Baterai Sudah Melewati 2–3 Tahun
Secara umum, baterai UPS (terutama tipe VRLA / SLA) punya umur rata-rata 2–3 tahun tergantung:
• Suhu ruangan
• Frekuensi listrik padam
• Beban yang ditanggung
• Kualitas UPS dan baterainya
Kalau sudah di usia itu, performanya pasti mulai turun. Bisa masih hidup, tapi kapasitasnya nggak akan seperti awal.
UPS yang jarang mati listrik kadang baterainya lebih awet. Tapi tetap, setelah masuk tahun ke-3, risiko drop semakin tinggi.

6. UPS Cepat Panas Saat Beroperasi
UPS panas itu bisa karena banyak hal, tapi salah satu penyebab utamanya adalah baterai buruk.
Baterai soak membuat UPS bekerja lebih keras saat charge, sehingga menghasilkan panas berlebih.
Kalau UPS makin sering panas padahal beban tetap, ada kemungkinan baterai di dalamnya sudah tidak sehat.

7. Output UPS Tidak Stabil Saat Listrik Padam
Ketika listrik mati, UPS harusnya memberikan tegangan stabil ke perangkat.
Kalau yang terjadi justru:
• PC sering restart
• Modem mati-nyala
• Lampu monitor kedip-kedip
… itu tandanya baterai UPS tidak mampu menyediakan arus dengan baik.
Walaupun UPS terlihat menyala, tenaganya nggak lagi kuat.

Jangan Tunggu Sampai UPS Gagal Total
Baterai itu jantungnya UPS. Begitu jantungnya lemah, semua fitur perlindungan jadi tidak berguna.
Makanya, tanda-tanda seperti backup time menurun, alarm sering berbunyi, UPS cepat panas, atau bahkan fisik baterai bengkak jangan diabaikan.
Mengganti baterai UPS jauh lebih murah dibandingkan risiko kerusakan komputer, modem, server mini, atau perangkat elektronik lainnya.