Contact Us | Sitemap | Language : English | Bahasa
Indotara

UPS untuk Peralatan Laboratorium: Kenapa Vital?

Editor: Farhan

UPS untuk Peralatan Laboratorium: Kenapa Vital?

Laboratorium modern—dari riset biomedis sampai instrumentasi analitik—mengandalkan peralatan yang sensitif terhadap gangguan listrik: spektrometer, PCR machine, incubator, microscope berotomasi, dan perangkat pengukur presisi lainnya. Gangguan listrik singkat, fluktuasi tegangan, atau lonjakan (spike) kecil saja dapat merusak hasil pengukuran, mengganggu proses yang sedang berjalan (mis. siklus PCR), atau bahkan merusak perangkat mahal. Di sinilah peran Uninterruptible Power Supply (UPS) menjadi krusial: UPS bukan hanya “baterai cadangan”, tetapi juga pelindung kualitas daya yang menjaga kontinuitas, kestabilan, dan kesesuaian listrik untuk peralatan laboratorium.

Fungsi utama UPS di laboratorium

1. Menjaga kontinuitas proses kritis. Saat pemadaman tiba-tiba, UPS memberi waktu yang cukup agar instrumen menyelesaikan siklus atau sistem kontrol mematikan peralatan secara teratur — mencegah kerusakan dan kehilangan data.
2. Menyaring dan menstabilkan tegangan. UPS tipe online (double-conversion) menyediakan output tegangan yang bersih dan stabil, mengeliminasi gangguan seperti voltage sag, surge, dan harmonisa yang dapat merusak sensor atau memengaruhi akurasi.
3. Perlindungan terhadap lonjakan dan fluktuasi. UPS melindungi input peralatan dari spike dan transien sehingga umur perangkat bertambah.
4. Kompatibilitas dengan genset. Di fasilitas yang memakai generator, UPS yang “genset-friendly” mencegah gangguan pada saat transisi antara sumber daya.

Rekomendasi umum untuk pemilihan UPS laboratorium

1. Pilih UPS online (true double-conversion) untuk peralatan yang sangat sensitif—ini memberikan isolasi penuh dari gangguan suplai.
2. Hitung kebutuhan daya (kVA/kW) dengan margin 25–30%. Tambahkan beban inrush untuk peralatan seperti pompa atau incubator.
3. Tentukan runtimes sesuai risiko operasional. Untuk instrument kritis, rancangkan runtime baterai minimal 15–30 menit agar ada waktu beralih ke genset atau melakukan shutdown teratur; untuk aplikasi non-kritis, 5–10 menit mungkin cukup.
4. Perhatikan faktor daya (PF) dan THD output. Cari UPS dengan PF tertulis (mis. 0.9–1.0) dan THD output rendah (<3%) agar peralatan bekerja optimal.
5. Fitur komunikasi & monitoring. SNMP/USB/RS232 dan software manajemen memudahkan monitoring kondisi baterai, beban, dan alarm — penting untuk validasi operasional laboratorium.
6. Genset-friendly & automatic bypass. Pastikan UPS mampu menangani fluktuasi tegangan/frekuensi saat genset start/stop dan memiliki bypass otomatis untuk pemeliharaan.

Rekomendasi dan spesifikasi UPS Arakawa (pilihan praktis untuk lab)

Arakawa MP98 series (umum di pasar industri/komersial Indonesia) adalah lini UPS online yang sering direkomendasikan untuk kebutuhan industri dan laboratorium yang memerlukan performa tinggi. Beberapa karakteristik utama yang sering tercantum pada datasheet dan halaman distributor:

1. Teknologi: True online double-conversion (switchingless), zero transfer time.
2. Rentang daya: Tersedia berbagai kapasitas mulai dari puluhan kVA hingga ratusan kVA (mis. 10–30 kVA untuk model MP98B; model besar sampai >100 kVA tersedia).
3. Input / Output: Rate input 380/400 VAC 3-phase 4-wire; output L-N: 220/230 ±1% ; stabilitas tegangan output ±1%. Frekuensi output 50/60 Hz ±0.5% (mode baterai).
4. Kualitas gelombang: Pure sinewave output, THD ≤ ~3% pada beban linear.
5. Fitur tambahan: Automatic/manual bypass, AVR (fungsi stabilizer), temperature control, self-test, alarm, genset-friendly, intelligent battery charging, dan port komunikasi USB/RS232 (opsional).

Rekomendasi model praktis

1. Untuk meja laboratorium & instrumen kecil (single-phase): gunakan UPS online single-phase dengan kapasitas terukur (1–5 kVA) dan runtime disesuaikan; bila Arakawa tidak menyediakan single-phase sesuai kebutuhan, gabungkan dengan stabilizer dan UPS rackmount khusus.
2. Untuk peralatan besar/ruang instrumen (three-phase, 10–30 kVA): Arakawa MP98B 10–30 kVA cocok karena menyediakan output tegangan ketat, fitur bypass, dan kompatibilitas genset — ideal untuk laboratorium yang memakai peralatan tiga-fase.
3. Untuk fasilitas riset besar / data acquisition centre: gunakan model modular atau kapasitas tinggi (40–120 kVA ke atas) dengan kemampuan paralel dan manajemen baterai eksternal untuk redundancy.

Penutup — praktik instalasi dan pemeliharaan

Instalasi harus dilakukan oleh teknisi berpengalaman: kabel grounding yang baik, sirkuit terpisah untuk UPS dan genset, serta pengaturan alarm dan monitoring. Lakukan maintenance secara berkala dan jadwalkan penggantian baterai sesuai umur pakai atau hasil pengujian. Investasi pada UPS berkualitas seperti Arakawa terbayar lewat pengurangan downtime, melindungi aset mahal, dan menjaga integritas data serta hasil eksperimen.