Contact Us | Sitemap | Language : English | Bahasa
Indotara

5 Kesalahan umum dalam pengoperasian unit Telescopic Boom Truck Mounted Crane dan cara menghindarinya

Editor: Arie
Telescopic Boom Truck Mounted Crane Adalah Jenis Alat Angkat (crane) Yang Dipasang Pada Sasis Truk Dan Dilengkapi Dengan Boom (lengan) Teleskopik Yang Dapat Memanjang Dan Memendek Dengan Menggunakan Sistem Hidrolik. Alat Ini Dirancang Untuk Memindahkan, Mengangkat, Serta Menurunkan Beban Berat Dengan Fleksibilitas Tinggi. Ciri Utama Dari Unit Ini Adalah Boom Telescopic, Yaitu Lengan Crane Yang Terdiri Dari Beberapa Segmen Yang Bisa Digerakkan Masuk Dan Keluar Seperti Tabung Teleskop. Sistem Hidrolik Memungkinkan Pergerakan Boom Menjadi Lebih Halus, Efisien, Serta Mampu Menjangkau Area Yang Lebih Tinggi Atau Lebih Jauh.
Karena Dipasang Di Atas Kendaraan Truk, Crane Ini Memiliki Mobilitas Tinggi. Operator Dapat Dengan Mudah Memindahkan Unit Dari Satu Lokasi Kerja Ke Lokasi Lain Tanpa Perlu Menggunakan Alat Transportasi Tambahan.
​​​​​​​

Namun, Dalam Praktiknya Masih Banyak Operator Yang Melakukan Kesalahan Sehingga Berisiko Menimbulkan Kecelakaan Kerja Maupun Kerusakan Alat. Berikut Adalah Lima Kesalahan Umum Dalam Pengoperasian Telescopic Boom Truck Mounted Crane Serta Cara Menghindarinya.

1. Mengangkat Beban Melebihi Kapasitas (overload)
Salah Satu Kesalahan Paling Fatal Adalah Mengangkat Beban Yang Melebihi Kapasitas Crane. Kondisi Ini Dapat Menyebabkan Boom Patah, Sling Putus, Atau Crane Terguling. Untuk Menghindarinya, Operator Wajib Memahami Load Chart pada Setiap Unit Dan Memastikan Berat Beban Sesuai Dengan Kapasitas Yang Dianjurkan.

2. Outrigger Tidak Dipasang Dengan Benar
Crane Akan Kehilangan Kestabilan Apabila Outrigger Tidak Terbuka Penuh, Ditempatkan Di Tanah Yang Tidak Rata, Atau Tidak Menggunakan Alas Yang Sesuai. Hal Ini Sering Kali Menyebabkan Crane Miring Atau Ambruk. Solusinya Adalah Memastikan Outrigger Dipasang Maksimal, Permukaan Tanah Padat, Serta Menggunakan Alas Tambahan Seperti Papan Atau Pelat Baja Pada Area Lunak.

3. Mengabaikan Inspeksi Harian
Banyak Operator Terburu-Buru Menggunakan Crane Tanpa Melakukan Pengecekan Kondisi Alat. Padahal, Kebocoran Hidrolik, Sling Aus, Atau Hook Yang Retak Dapat Membahayakan. Oleh Karena Itu, Pengecekan Harian Sebelum Unit Di Operasikan Wajib Dilakukan. Catatan Hasil Pemeriksaan Juga Perlu Didokumentasikan Dalam Logbook untuk Memastikan Crane Dalam Kondisi Aman.

4. Kesalahan Dalam Komunikasi
Komunikasi Antar Sesama Operator Tanpa Adanya Sinyal Yang Jelas, Meningkatkan Risiko Kesalahan Arah Gerakan Crane Semakin Besar. Untuk Menghindari Hal Ini, Gunakan Standar Isyarat Tangan Atau Perangkat Komunikasi Seperti Ht. Satu Orang Signalman Harus Ditunjuk Sebagai Pemberi Instruksi Utama.

5. Bekerja Di Area Tidak Aman
Sering Kali Crane Dioperasikan Di Dekat Jaringan Listrik, Jalur Kendaraan, Atau Saat Kondisi Angin Kencang. Ini Jelas Berbahaya Karena Dapat Mengakibatkan Sengatan Listrik, Tabrakan, Maupun Crane Kehilangan Keseimbangan. Operator Harus Memastikan Area Kerja Aman, Menjaga Jarak Minimal Dengan Jaringan Listrik, Serta Menghentikan Operasi Saat Kecepatan Angin Melewati Batas Yang Ditentukan Pabrikan.

Kesimpulan
Pengoperasian Telescopic Boom Truck Mounted Crane membutuhkan disiplin tinggi terhadap prosedur keselamatan kerja. Dengan memahami kapasitas kerja, melakukan inspeksi rutin, menjaga komunikasi, serta memastikan kondisi lapangan aman, risiko kecelakaan dapat diminimalkan. Keselamatan kerja harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pengangkatan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.