Contact Us | Sitemap | Language : English | Bahasa
Indotara

Cara Penggunaan dan Perawatan Bomac Forklift Automatic Diesel 3.5T R2D35A-MS4S AN Mitsubishi Engine

Editor: Rosyid

Cara Penggunaan

Sebelum mesin dinyalakan, operator sebaiknya melakukan pemeriksaan pra-operasi.

1. Pemeriksaan Visual

Periksa:

- Kondisi ban dan wheel nut.
- Fork dari keretakan, deformasi, atau keausan berlebihan.
- Mast dan rantai pengangkat.
- Selang serta sambungan hidraulik.
- Kebocoran oli atau bahan bakar.
- Kondisi overhead guard.
- Kondisi seat dan seat belt.
- Lampu, alarm, dan indikator.
- Kondisi attachment apabila digunakan.
- Kebersihan area operator.

Jangan mengoperasikan forklift apabila ditemukan kerusakan yang dapat memengaruhi keselamatan.

2. Pemeriksaan Cairan

Periksa sesuai prosedur manual unit:

- Oli mesin.
- Coolant/radiator.
- Oli atau fluida transmisi.
- Hydraulic oil.
- Bahan bakar diesel.
- Cairan lain yang ditentukan dalam manual.

Hindari membuka tutup radiator ketika mesin masih panas karena sistem pendingin dapat berada dalam kondisi bertekanan.

3. Pemeriksaan Sistem Pengangkat

Pastikan:

- Fork terpasang dengan benar.
- Fork locking pin bekerja.
- Rantai mast tidak mengalami kerusakan.
- Mast dapat naik dan turun dengan normal.
- Tilt mechanism berfungsi.
- Tidak terdapat kebocoran hydraulic oil.

Menyalakan Mesin

Secara umum:

1. Naik ke tempat operator menggunakan tiga titik kontak.
2. Duduk dengan posisi ergonomis.
3. Pasang seat belt.
4. Pastikan transmission selector berada pada posisi neutral.
5. Pastikan parking brake aktif.
6. Periksa indikator pada dashboard.
7. Nyalakan mesin sesuai prosedur ignition unit.
8. Biarkan mesin mencapai kondisi kerja yang sesuai sebelum melakukan pekerjaan berat.

Jangan melakukan pemanasan mesin dengan cara menaikkan putaran mesin secara berlebihan.

Mengemudikan Forklift

Saat mulai bergerak:

1. Pastikan area sekitar forklift bebas dari orang dan penghalang.
2. Lepaskan parking brake.
3. Pilih arah perjalanan.
4. Operasikan accelerator secara perlahan.
5. Gunakan steering secara halus.
6. Pertahankan pandangan ke arah perjalanan.
7. Kurangi kecepatan ketika berbelok.
8. Gunakan klakson pada persimpangan atau area dengan visibilitas terbatas.

Forklift memiliki pusat gravitasi yang dapat berubah ketika membawa beban. Karena itu, manuver cepat, pengereman mendadak, dan belokan tajam harus dihindari.

Prosedur Mengangkat dan Membawa Beban

Memasukkan Fork

Sebelum mengambil beban:

1. Dekati pallet secara lurus.
2. Pastikan kapasitas beban sesuai dengan load chart/nameplate.
3. Posisikan fork pada ketinggian yang sesuai.
4. Masukkan kedua fork secara seimbang.
5. Pastikan beban berada sedekat mungkin dengan carriage/backrest.
6. Jangan mengangkat beban hanya menggunakan satu fork.

Kapasitas 3.500 kg merupakan kapasitas nominal yang tidak berarti forklift selalu dapat mengangkat 3.500 kg pada semua posisi. Kapasitas aktual dapat dipengaruhi oleh load center, tinggi angkat, jenis mast, attachment, dan konfigurasi unit. Karena itu, load chart pada forklift harus menjadi acuan utama.

Membawa Beban

Setelah beban terangkat:

- Miringkan mast sesuai prosedur operasi.
- Bawa beban pada posisi rendah dan stabil.
- Jangan membawa beban pada ketinggian tinggi ketika sedang berjalan.
- Jangan membawa beban yang menghalangi pandangan tanpa prosedur keselamatan yang sesuai.
- Gunakan spotter apabila kondisi area membutuhkan bantuan.
- Kurangi kecepatan di tikungan dan permukaan tidak rata.

Meletakkan Beban

Untuk menurunkan beban:

1. Dekati lokasi penyimpanan dengan kecepatan rendah.
2. Luruskan forklift.
3. Posisikan beban di atas lokasi penempatan.
4. Turunkan fork secara perlahan.
5. Pastikan beban telah stabil.
6. Lepaskan fork dari pallet.
7. Mundurkan forklift secara perlahan.

Perawatan Rutin

Perawatan dapat dibagi menjadi harian, berkala, dan servis oleh teknisi.

Perawatan Harian

Sebelum atau setelah operasi, lakukan pemeriksaan:

- Level oli mesin.
- Coolant.
- Hydraulic oil.
- Bahan bakar.
- Kondisi radiator.
- Air filter.
- Kebocoran oli atau diesel.
- Ban.
- Fork.
- Mast dan chain.
- Sistem rem.
- Steering.
- Lampu dan alarm.
- Seat belt.
- Parking brake.

Debu dan kotoran yang menumpuk pada radiator atau air intake dapat mengurangi efektivitas pendinginan dan pemasukan udara. Spesifikasi produk sendiri mencantumkan sistem pemasukan udara yang dirancang untuk membantu memperoleh udara yang lebih bersih.

Perawatan Mesin Mitsubishi S4S

Perawatan mesin harus dilakukan berdasarkan jadwal servis yang ditetapkan manual Mitsubishi/BOMAC untuk konfigurasi unit tersebut.

Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:

- Penggantian engine oil.
- Penggantian oil filter.
- Pemeriksaan fuel filter.
- Pemeriksaan air filter.
- Pemeriksaan sistem pendingin.
- Pemeriksaan fan belt.
- Pemeriksaan selang radiator.
- Pemeriksaan kebocoran.
- Pemeriksaan sistem bahan bakar.
- Pemeriksaan kondisi baterai.

Jangan menentukan jenis dan viskositas oli hanya berdasarkan nama mesin. Gunakan spesifikasi pelumas yang tercantum pada manual unit.

Perawatan Sistem Hidraulik

Sistem hidraulik merupakan bagian penting karena digunakan untuk pengangkatan dan kemiringan mast.

Periksa secara berkala:

- Level hydraulic oil.
- Kondisi hydraulic hose.
- Hydraulic cylinder.
- Seal cylinder.
- Fitting dan sambungan.
- Kebocoran.
- Kecepatan naik/turun mast.
- Gerakan tilt.

Jika ditemukan kebocoran hydraulic oil bertekanan, jangan memeriksa kebocoran menggunakan tangan. Matikan unit dan lakukan pemeriksaan menggunakan prosedur keselamatan yang sesuai.

Perawatan Mast dan Fork

Fork merupakan komponen yang langsung menopang beban. Periksa:

- Keretakan.
- Keausan bagian fork heel.
- Perubahan bentuk.
- Locking pin.
- Chain.
- Roller.
- Carriage.
- Kondisi weld/joint.

Fork yang mengalami kerusakan struktural tidak boleh digunakan sebelum diperiksa oleh teknisi yang kompeten.

Pemeriksaan Sistem Penting

Sistem Rem

Pastikan forklift:

- Dapat berhenti secara normal.
- Parking brake mampu menahan unit.
- Tidak terdapat suara atau getaran abnormal.
- Pedal rem memiliki respons yang normal.

Sistem Steering

Periksa apakah:

- Steering dapat berputar dengan normal.
- Tidak terdapat kelonggaran berlebihan.
- Forklift dapat bergerak lurus.
- Tidak terdapat suara abnormal pada steering axle.

Sistem Transmisi Automatic

Operator perlu memperhatikan:

- Respons perpindahan arah.
- Suara abnormal.
- Kebocoran fluida.
- Respons maju dan mundur.
- Gejala slip atau hentakan yang tidak normal.

Apabila muncul gejala abnormal, forklift sebaiknya dihentikan dan diperiksa teknisi.

Keselamatan Kerja

Pengoperasian forklift harus dilakukan oleh operator yang telah mendapatkan pelatihan dan otorisasi sesuai ketentuan perusahaan dan peraturan keselamatan kerja yang berlaku.

Beberapa prinsip keselamatan utama adalah:

- Selalu gunakan seat belt.
- Jangan membawa penumpang kecuali forklift memang dirancang untuk itu.
- Jangan melebihi kapasitas yang tercantum pada load chart/nameplate.
- Jangan mengangkat orang menggunakan fork kecuali menggunakan perangkat kerja yang memang dirancang dan diizinkan untuk tujuan tersebut.
- Jangan berdiri atau berjalan di bawah beban yang sedang terangkat.
- Jaga jarak aman dari pejalan kaki.
- Kurangi kecepatan ketika berbelok.
- Gunakan klakson pada area blind spot.
- Jangan mengoperasikan forklift apabila sistem keselamatan mengalami kerusakan.
- Jangan meninggalkan forklift dengan beban dalam posisi terangkat.
- Jangan melakukan modifikasi struktur atau sistem keselamatan tanpa persetujuan teknis yang tepat.

Praktik Perawatan yang Disarankan

Untuk menjaga kondisi Bomac R2D35A-MS4S, perusahaan dapat menerapkan sistem checklist:

Sebelum Operasi

- Pemeriksaan visual.
- Pemeriksaan cairan.
- Pemeriksaan ban.
- Pemeriksaan fork dan mast.
- Pemeriksaan rem dan steering.
- Pemeriksaan lampu, alarm, dan seat belt.

Selama Operasi

- Perhatikan temperatur mesin.
- Perhatikan indikator dashboard.
- Perhatikan suara dan getaran abnormal.
- Jangan membebani forklift melebihi load chart.
- Hindari benturan dan manuver agresif.

Setelah Operasi

- Parkir di lokasi yang ditentukan.
- Turunkan fork sepenuhnya.
- Aktifkan parking brake.
- Matikan mesin sesuai prosedur.
- Periksa kemungkinan kebocoran atau kerusakan.
- Catat masalah pada logbook unit.

Kesimpulan

Bomac Forklift Automatic Diesel 3,5T R2D35A-MS4S adalah forklift diesel bertransmisi otomatis dengan kapasitas nominal 3.500 kg dan menggunakan mesin Mitsubishi S4S.

Penggunaan yang aman bergantung pada tiga aspek utama: operator yang terlatih, pengoperasian sesuai kapasitas dan load chart, serta perawatan berkala. Pemeriksaan engine, hydraulic system, mast, fork, ban, rem, steering, dan sistem keselamatan perlu dilakukan secara konsisten untuk menjaga keandalan dan keselamatan unit.